Arsip Tahun 1963

SITUASI LAOS MENGGAWAT

-
Api Kartini, 1963, p. 14

Belakangan ini kaum imperialis AS makin kalap dalam tindakan-tindakannya di Laos buat membendung arus yang maju dari kekuatan progresif di Laos.

Pembunuhan-pembunuhan yang bersifat politik terhadap tokoh-tokoh Laos yang terkenal berpegangan teguh pada Perjanjian Jenewa tentang Laos makin banyak dilakukan oleh agen-agen kaum imperialis AS di Laos.

Bukti yang jelas dari itu ialah pembunuhan terhadap kepala polisi Laos dan Menlu Laos yang tegas-tegas memantau intrik-intrik kaum imperialis.

Keadaan yang memburuk di Laos itu sudah tentu tidak bisa didiamkan begitu saja oleh Rakyat-rakyat sedunia terutama Rakyat-rakyat yang tidak jauh dari Laos.

Juga, Rakyat Indonesia sangat berkepentingan dengan adanya Laos yang merdeka, netral dan damai sesuai dengan ketentuan-ketentuan Jenewa tentang Laos.

Kaum imperialis dengan bekerja sama dengan golongan kanan Laos kini berusaha menimbulkan keruwetan-keruwetan baru sebagai dalih untuk mengintensifkan intervensi-intervensinya ke dalam urusan-urusan dalam negeri Laos.

Adalah tepat sekali apa yang dituntut oleh OISRAA agar keputusan-keputusan Konferensi Jenewa tentang kenetralan Laos dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Untuk mencegah memburuknya situasi Laos adalah perlu mengadakan konferensi itu lagi.

Kejadian di Laos merupakan peringatan bagi Rakyat-rakyat di Asia Tenggara untuk waspada terhadap intrik-intrik kaum imperialis yang tidak jera-jeranya untuk mengaduk-aduk negeri-negeri di Asia Tenggara ini guna memenuhi nafsu-nafsu yang serakah mengangkangi seluruh dunia.

Rakyat Indonesia, terutama kaum wanitanya, perlu banyak belajar dari kejadian-kejadian di Laos itu untuk mencegah jangan sampai kaum imperialis mengaduk di sini lewat agen-agennya yang mereka tanamkan di Indonesia.

Di samping itu wajiblah kita sebagai Rakyat pendukung dari Semangat Dasasila Bandung yang berprinsip anti-imperialisme dan anti-kolonialisme, memberi sokongan moril yang sebesar-besarnya terhadap Rakyat Laos yang perwira yang sedang melawan intrik-intrik dan gerowot-gerowotan kaum imperialis AS terhadap negerinya yang netral itu.

Tidaklah masuk akal bahwa Rakyat Laos yang berjumlah kira-kira x juta (angka hilang) itu akan membahayakan negara AS yang begitu jauh dan lebih besar itu.

Maka adalah tidak masuk akal alasan-alasan yang dicari-cari oleh kaum imperialis AS bahwa situasi di Laos yang dengan damainya menempuh jalan kenetralan itu membahayakan perdamaian dunia. Sebaliknya, yang membahayakan perdamaian dunia ialah pelanggaran kaum imperialis AS terhadap kenetralan Laos yang dijamin oleh Konferensi Jenewa tentang Laos itu.

Jadi, pelanggaran oleh kaum imperialis AS terhadap kenetralan Laos inilah yang ditentang dan dikutuk. Hakikat dari pelanggaran inilah yang merupakan ancaman bagi perdamaian dunia, khususnya bagi perdamaian Rakyat-rakyat di Asia Tenggara ini.

Dengan semboyan untuk kenetralan Laos maka Rakyat Indonesia menyatakan setia kawannya yang sebesar-besarnya terhadap Rakyat Laos termasuk kaum wanitanya, yang bahu-membahu berjuang dengan kaum prianya untuk mempertahankan kedaulatan dan kenetralan negerinya.