Arsip Tahun 1961

Mati untuk Tanahair berarti Hidup

-
Api Kartini, 1961, No. 1 Th. 3, pp. 14, 24

Namanya Isabel Riego. Ia adalah kepala pasukan wanita. Pasukan ini diberi nama "Mariana Grajales", ialah salah satu pejuang wanita yang paling aktif dalam revolusi tahun 1895 di Kuba.

Di kala revolusi Kuba, yang digerakkan oleh Fidel Castro dan kawan-kawannya, sedang bergelora, Isabel bersama pejuang-pejuang wanita lainnya seperti Olga Guevara, Ada Bello, Tete Pueblo, Lila Riego, Nini Serrano dan seluruh pasukannya, telah menunjukkan keperkasaan yang luar biasa dalam melawan tentara pemerintah diktator Batista. Pernah pasukan ini, yang terdiri dari 120 wanita berumur antara 18–25 tahun, mengalami tembakan-tembakan senjata artileri yang hebat selama 10 jam, yang disertai pemboman dari udara. Tetapi tak seorang pun dari mereka mundur. "Merdeka atau mati", dengan 3 kata ini wanita-wanita Kuba maju terus, berjuang demi kemerdekaan tanah airnya dan kemenangan revolusinya. Dengan gagah berani mereka bertempur bahu-membahu dengan "kaum berjenggot", yaitu kaum partisan yang telah bersumpah tidak akan mencukur jenggotnya sampai kemenangan tercapai. Mereka tidak puas dengan hanya merawat peserta-peserta revolusi yang luka-luka, atau mengumpulkan makanan, dan pakaian bagi kaum partisan yang menyusun kekuatannya di pegunungan-pegunungan, atau pula menjadi kurir penghubung antara satuan-satuan yang bertempur. Semboyan mereka ketika itu adalah "Mati untuk tanah air berarti hidup". Dengan demikian maka mereka telah menjadi teladan dan dorongan bagi kaum partisan lainnya dan penduduk pada umumnya. Kini Kuba mengenal banyak pahlawan wanitanya.

Inilah hanya salah satu di antara sekian banyak contoh dari sumbangan kaum wanita Kuba kepada kemenangan revolusi Kuba yang tepat tanggal 1 Januari 1961 ini merayakan ulang tahunnya yang ke-2.

Apakah gerangan yang telah mendorong dan memberi kekuatan kepada mereka untuk menempuh perjuangan yang sulit dan penuh pengorbanan itu? Yaitu tidak lain daripada rasa keadilan dan rasa kemanusiaan, hasrat untuk melihat Rakyatnya bebas dari penindasan, pemerasan dan penghisapan, yang kesemuanya ini telah dilakukan oleh pemerintah diktator Batista dengan kekuasaan bayonetnya dan kerja sama dengan raja-raja uang AS.

Dengarkanlah salah satu contoh tentang penderitaan Rakyat Kuba, khususnya kaum tani-tani yang merupakan bagian terbesar penduduk, seperti diceritakan oleh Nyonya Vilma Espin de Castro pada Kongres Wanita Amerika Latin tahun 1959. "Sampai 31 Desember 1958 kaum tani Kuba menderita kelaparan yang kronis. Sebagian besar dari mereka di masa yang lampau belum pernah makan daging, telur, roti atau minum susu. Menurut angka-angka dari "Pusat Kesehatan dan Kelahiran" 70% dari kaum tani, termasuk semua anak-anak tani menderita penyakit parasit usus. Penularannya begitu mendalam sehingga dalam keadaan penyakit ini yang tertentu parasit-parasit itu keluar dari hidung dan telinga anak-anak yang menderitanya. Pemerintah-pemerintah sebelum revolusi yang politiknya adalah untuk merampas Rakyat dari segala apa yang mereka miliki, telah meninggalkan jumlah buta huruf sebanyak 2 juta orang yang berumur lebih dari 14 ditambah dengan 800.000 anak-anak yang belum pernah sekolah. Ini berarti 2.800.000 buta huruf di antara penduduk berjumlah sekitar 6,5 juta"

Kini kaum tani Kuba telah keluar dari kegelapan masa lampau. Pemerintah revolusioner Kuba yang dipimpin oleh Fidel Castro telah mengundangkan dan tengah melaksanakan landreform. Juga bagi Rakyat umumnya tindakan-tindakan yang maju dari pemerintah makin melebarkan jalan ke hari depan yang cerah, khususnya bagi anak-anak Kuba.

Organisasi-organisasi wanita Kuba dalam pertemuan besar yang diadakan pada tanggal 23 Agustus 1960 telah menggabungkan diri menjadi satu organisasi yang kuat bernama Federasi Wanita Kuba diketuai oleh Ny. Dr. Vilma Espin, istri Menteri Pertahanan Raoul Castro.

Persatuan Rakyat Kuba yang telah ditempa selama revolusi dan baru-baru ini juga berhasil mengelakkan agresi bersenjata AS kini makin diperkuat dan digunakan dalam pembangunan negeri yang kini sedang maju dengan pesat.