Arsip Tahun 1961

Neraka Dunia

Nguyen Xuan Tram
Api Kartini, 1961, No. 11 Th. 3, p. 1

“Dari neraka daratan ke neraka pulau", adalah judul sebuah buku yang ditulis oleh Nguyen Xuan Tram dan menceritakan tentang siksaan-siksaan dan penderitaan-penderitaan apa yang dialami oleh Rakyat Vietnam Selatan, terutama bila tangan besi pembesar-pembesar di sana berhasil melemparkan mereka dalam penjara, yang betul-betul merupakan neraka, kalau mendengar cerita para tahanan wanita yang disebut dalam buku ini.

Sekelumit dari buku ini. 13 Wanita sedang meringkuk dalam sel yang sebenarnya hanya cukup untuk satu orang. Di antaranya terdapat B. seorang guru, dengan anaknya yang berumur 6 bulan. Ia ditangkap hanya karena ia adalah teman dari Nguyen Thi Dieu. Adapun Nguyen Thi Dieu seorang ibu dari 3 anak, telah ditangkap oleh pembesar-pembesar Ngo Dinh Diem ketika ia hamil dan kemudian disiksa sampai mati. Begitu pula B. melahirkan anaknya ketika ia berada di penjara Thu Duc. Oleh karena siksaan-siksaan dan keadaan yang amat sulit, ia tidak mempunyai air susu untuk meneteki anaknya. Sebab itu walaupun sudah berumur 6 bulan, bayinya itu tidak lebih besar dari ketika lahir dan lemah sekali. Betapa sedihnya pemandangan B. yang semalam-malaman suntuk menggendong anaknya. Tubuh kecil hanya setengah tertutupi dengan satu-satunya pakaian yang dipunyainya. Tiba-tiba terdengar suara teriakan mayor kepala penjara: Bayi siapa itu? Buang keluar dari sel. B. diam saja dan tidak menjawab. Kemudian mayor menambahkan: "Sudahlah, putuskan semua hubunganmu dengan kaum Komunis; setialah pada kami "nasionalis" dan kau akan dibebaskan, kalau tidak maka dua-dua ibu dan anak akan mati."

"Saya tidak tahu apa Komunisme. Saya cinta perdamaian dan keadilan, saya benci perang dan ketidakadilan. Kesetiaan saya ada pada siapa saja yang membela perdamaian dan keadilan". begitulah jawab B.

Mayor perintahkan serdadu-serdadu untuk menyeret bayi itu keluar dari sel. Ketigabelas wanita serentak menolak. Kalau mau dikeluarkan dari sel, harus bersama-sama, ibu dan anak. Akhirnya persatuan dan tekad bulat menang. B. bersama bayinya dapat digabungkan pada kamar tahanan wanita-wanita yang mempunyai anak, anak-anak pucat kuning yang dalam masa begitu muda sudah meringkuk di penjara, hanya karena para ibunya mencintai perdamaian dan keadilan....

Cerita-cerita demikian, kata penulis Nguyen Xuan Tram dalam prakata-nya, mungkin akan menimbulkan kesedihan pula pada pembaca. Telah saya harus menceritakannya. Karena ada kebenaran-kebenaran yang harus diungkapkan, ada kejahatan-kejahatan yang harus ditelanjangi....

Sudahkah cerita-cerita demikian termasuk cerita-cerita zaman lalu?? Tidak, menurut berita-berita yang masih setiap hari dapat kita dengar dan baca di surat kabar, penderitaan dan siksaan semacam itu masih terus dialami di Vietnam Selatan, terutama oleh mereka yang ingin melihat negerinya dapat disatukan kembali secara damai. Ya, Vietnam Selatan kini menjadi tempat persiapan perang oleh kaum imperialis yang diwakili negeri-negeri SEATO. Baru-baru ini seluruh dunia telah memusatkan perhatiannya pada berita pengiriman jenderal Maxwell Taylor, penasihat militer pribadi Presiden Eisenhower, untuk melihat dengan mata kepala sendiri keadaan di sana, “dan bagaimana dapat membantu pemerintahan di sana dengan lebih baik." Pengiriman jenderal ini, seperti pula diungkapkan oleh kantor-kantor berita Barat, dapat membawa kemungkinan "pengiriman pasukan-pasukan A.S. ke Vietnam Selatan", satu hal sama sekali bertentangan dengan prinsip-prinsip Piagam PBB. Ini akan berarti pula ancaman terhadap perdamaian di Indocina, bukan saja, tetapi ancaman terhadap perdamaian di Asia Tenggara seluruhnya. Sebagai salah satu negeri Asia Tenggara, Rakyat Indonesia sudah wajarlah ikut merasa cemas dan ikut menuntut agar intervensi ini tidak diteruskan. (MS).