Arsip Tahun 1960

Wanita Italia

Sulami
Api Kartini, 1960, No. 9 Th. 2, pp. 14-15

Kenangan yang indah sekali masih terbayang dalam ingatan. Ialah kenangan dari kongres nasionalnya wanita Italia. Bulan Mei adalah musim semi yang indah di Italia. Hawa tak sedingin di Eropa lainnya. Matahari menyinar di sepanjang siang dan memanasi badan seperti di tanah air rasanya.

Gadis-gadisnya yang lincah berhilir mudik di jalan-jalan raya yang menuju Garibaldi yang indah dan di gedung-gedung gereja yang besar peninggalan kuno sebelum jamannya San Pietro. Seringkali telinga di seluruh Roma mendengar lonceng gereja yang besar itu. Anak-anak bayi yang dalam dukungan erat-erat sedang antre untuk disucikan.

Di gedung pertemuan yang besar, di balik semua kesibukan gereja itu, kaum wanita dari berbagai golongan, keyakinan agama, 783 kaum wanita yang datang dari 16 Provinsi dari seluruh Italia telah melangsungkan kongresnya. Gedung itu dihias dengan bunga mawar yang segar dan harum. Mawar putih, merah dan kuning dengan daun-daun yang hijau membelakangi meja Presidium. Sungguh suatu pandangan yang meresapkan.

Kongres dibuka dengan lagu Nasional dan Lagu Wanita untuk Emansipasi. Wakil Dewan Kota Roma menyambut selamat untuk membuka sidang kongres. Semboyan yang megah "EMANSIPASI" — "OTONOMI DAN PERSATUAN" terpasang di belakang pembicara-pembicara. Tokoh wanitanya kita kenal Nyonya Marisa Cinciari Rodano, dia adalah Presiden dari Unione Donne Italiane, dan di samping itu banyak sudah dikenal di Indonesia Nyonya Maria Maddalena Rossi. Usaha mereka dalam mempersatukan kaum wanita Italia untuk perbaikan hidup, untuk mencapai taraf hidup yang lebih tinggi lagi, telah berhasil dengan sokongan-sokongan yang kuat dari kira-kira tiga juta kaum wanita. Dan persatuan itu tampak juga dalam kongresnya yang dihadiri juga oleh golongan guru, sarjana agama, buruh, tani, pemuda, wartawan, dan perseorangan-perseorangan terkemuka dari anggota Parlemen dan Partai Sosialis. Dalam laporannya, Nyonya Marisa mengemukakan usaha-usahanya secara konkret, dinyatakan bahwa dari masa kongres tiga tahun telah banyak aktivis-aktivis baru yang berjuang di segala lapangan. Waktu tiga tahun itu dikatakan adalah waktu-waktu yang penuh dengan perjuangan dan kesulitan-kesulitan, terutama dalam ikut sertanya kaum wanita untuk pemilihan umum dan gerakan-gerakan untuk perbaikan syarat-syarat pertanian dan perburuhan. Gerakan-gerakan yang telah dilancarkan belum sepenuhnya berhasil, umpamanya mengenai upah sama untuk pekerjaan yang sama yang mendapat dukungan luas dari golongan agama, pensiun untuk ibu-ibu rumah tangga, perbaikan alat-alat kerja dan jaminan sosial untuk kaum buruh tani, meningkatkan ahli-ahli wanita tanpa ada diskriminasi, memenuhi dan melengkapi gedung-gedung serta alat-alat sekolahan, dan lain-lain lagi mengenai soal-soal yang berhubungan dengan hak-hak wanita.

Seluruh penduduk Italia adalah berjumlah kira-kira 50 juta dan kira-kira 60%nya adalah kaum wanita. Kaum pekerjanya kira-kira 15 juta dan dari antaranya 5 juta adalah kaum wanita. Pekerja wanita tani kira-kira ada 3% dari seluruh pekerja wanita yang 5 juta itu. Kondisi sosialnya belum dapat dikatakan baik. Di desa-desa umumnya masih bekerja di bawah syarat yang layak menurut ukuran Eropa, alat-alatnya masih primitif dan dalam keadaan yang tidak baik. Dalam industri-industri, kaum pekerjanya 30% terdiri dari kaum wanita, karena itu adalah tidak benar jika dikatakan kaum wanita tidak mempunyai kemampuan bekerja di lapangan industri. Kaum wanita pekerja itu berjuang dengan hebat melawan diskriminasi. Menentang kontrak-kontrak baru yang tidak mengindahkan kepentingan kaum wanita. Kaum wanita Italia dengan panji-panji Unione Donne Italiane menyokong pemogokan besar yang diadakan oleh kaum pekerja tekstil. Di samping itu dinyatakan juga oleh Persatuan Wanita Italia bahwa kaum wanita mempunyai tanggung jawab dan kewajiban di lapangan perjuangan politik. Terutama untuk perdamaian dan keamanan dunia. Kaum wanita menentang politik yang membolehkan Italia dijadikan pangkalan atom, menentang politik ekonomi yang bersandarkan sepenuhnya kepada politik NATO. Untuk itu semua, jika kaum wanita menentang politik pemerintahnya adalah sama sekali bukan berarti menentang Agama yang dianut oleh pencinta-pencinta Agama. Oleh karena itu, kaum wanita berusaha mengadakan kerja sama dengan golongan apa saja. Semua jalan telah ditempuh yang semua ditujukan untuk perbaikan hidup, persamaan derajat antara kaum wanita dan lelaki, untuk perdamaian dan melawan perang.

Suara kaum wanita yang diperdengarkan melalui kongres yang megah itu mendapat perhatian yang baik dari kalangan masyarakat. Tak hanya Italia, tetapi juga dari berbagai negeri. Bahkan beberapa negeri telah mengirimkan utusan mereka seperti Yugoslavia, Soviet Uni, Yunani, Cekoslowakia, Rumania, Bulgaria, Belanda, Inggris, Prancis, Jerman Timur dan Jerman Barat, Indonesia, dan masih banyak lagi. Kongres itu juga menjelaskan kepada segenap kaum wanita Italia bahwa supaya kaum wanita belajar dari kekurangan-kekurangan yang lalu, ialah dalam pemilihan umum di mana kaum wanita hanya mendapatkan suara sedikit sekali, hanya 1% calon-calon wanita yang terpilih. Untuk meningkatkan pengertian kaum wanita, pendidikan harus diperluas, terutama mengenai pendidikan politik, sosial dan organisasi. Belum semua kaum wanita mengerti untuk apa kaum wanita harus ikut serta dalam pemilihan, dan untuk apa memilih wanita. Dalam kampanye pemilihan yang lalu kita mempunyai slogan yang mendapat sambutan baik, ialah "Pensiun untuk kaum ibu rumah tangga". Dan Kongres telah juga membicarakan slogan untuk kampanye pemilihan yang akan datang ialah "Perbaikan ekonomi dan kontrol kelahiran". Kaum wanita perlu dididik untuk mengerti kebutuhannya yang konkret bagi kehidupannya. Untuk ditegaskan bahwa semboyan "OTONOMI DAN PERSATUAN" adalah tepat.

Persatuan yang baik telah dicerminkan juga dalam susunan pengurus baru yang terdiri dari 80 orang sebagai anggota Dewan Pusat. Mereka itu terdiri dari kaum wanita yang luas. Separo dari mereka adalah orang-orang ahli bahasa, sejarah, teknik, guru dan lain-lain. Dan mereka itu adalah dokter dan profesor-profesor anggota parlemen dari Partai Sosialis, Partai Komunis, Agama Katolik, dan perseorangan-perseorangan terkemuka, yang kesemuanya dapat bekerja sama baik dengan golongan-golongan buruh dan tani.

Untuk melukiskan semuanya bagaimana kehidupan kaum wanita Italia dalam artikel pendek adalah tidak bisa, karena itu apa yang tertulis ini hanyalah sedikit dari seluruh kehidupan wanita Italia. Mengharapkan dapat berguna bagi kaum wanita Indonesia yang sedang berjuang untuk mencapai perbaikan hidup, persamaan hak, Kemerdekaan Nasional yang penuh, perdamaian yang sejati, berdasarkan Manipol dan USDEK.

Catatan dari Roma 11-5-'59