Arsip Tahun 1960

GWDS 15 tahun ... Berdjuang untuk kebahagian keluarga dan Perdamaian Dunia

Maasje Siwi
Api Kartini, 1960, No. 11-12 Th. 2, pp. 7, 17

Suara indah megah karya-karya Chopin, komponis termasyhur dan putra rakyat Polandia berkumandang di salah satu ruangan Gedung Kesenian kota Warsawa. Musik Chopin yang sudah terkenal dan dicintai oleh berjuta-juta umat manusia sekali lagi memikat hati, kali ini hati 136 wanita yang mewakili 61 negeri dari segenap benua di dunia.

Pianis muda seorang wanita pula, kini telah sampai pada akhir konsernya untuk sejurus kemudian disambut dengan tepuk tangan yang riuh. Tepuk tangan dari tangan-tangan yang bermacam-macam warna kulit, hitam, putih, kuning, sawo matang. Dan dengan ini dibukalah sidang Dewan Gabungan Wanita Demokratis Sedunia di Warsawa pada tanggal 29 November 1960. Sidang yang mempunyai arti khusus, karena bertepatan dengan ulang tahun GWDS yang ke-15.

Betapa indah pemandangan di ruangan sidang yang dipenuhi dengan kaum wanita dari bermacam-macam kebangsaan, di antaranya banyak yang mengenakan pakaian nasionalnya. Tetapi bukan itu saja, lebih indah lagi adalah kenyataan bagaimana eratnya persahabatan mereka. Bagaimana bersatunya mereka dalam mengejar satu cita-cita. Yaitu suatu dunia tanpa peperangan, tanpa kekhawatiran untuk hari esok, tanpa penindasan dan penghisapan dari manusia atas manusia. Suatu dunia di mana segenap kaum wanita memperoleh kedudukannya yang wajar, yang memang menjadi haknya, baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Kedudukannya yang adil sebagai ibu, pekerja dan warga negara. Dalam hasrat mencapai cita-cita ini hilanglah segala rasa perbedaan warna kulit, keyakinan dan kepercayaan.

Sejenak sidang diliputi rasa haru, ketika Madame Eugenie Cotton, salah satu pendiri GWDS yang telah menjabat Ketuanya selama 15 tahun, seorang ibu dan nenek yang hampir berusia 80 tahun, naik ke mimbar untuk mengucapkan laporannya mengenai kegiatan GWDS selama masa berdirinya.

Selama masa itu GWDS dapat mencatat sejumlah kegiatan-kegiatannya yang merupakan detik-detik bersejarah dalam kehidupan organisasinya, dan gerakan wanita sedunia masa kini.

Dalam tahun 1948 di Budapest, GWDS mengeluarkan suatu Manifesto yang menyatakan tekad dan kemauan wanita akan enyahnya peperangan untuk selama-lamanya.

Dalam tahun 1952 secara aktif dan berhasil GWDS ikut serta dalam suatu Konferensi Internasional Pembelaan Anak-anak di Wina.

Dalam tahun 1953 memproklamasikan suatu Piagam Hak-hak Wanita dalam Kongres Wanita Sedunia di Kopenhagen (Denmark).

Dalam tahun 1955 suatu Kongres Ibu Sedunia diadakan di Lausanne (Swiss).

Dalam tahun 1958 dalam Kongresnya ke-4 di Wina, GWDS mengambil keputusan untuk bekerja sama lebih erat dengan kaum wanita dan organisasi-organisasi wanita di seluruh dunia.

Dalam tahun ini, tahun 1960, ikut mengambil inisiatif mengadakan suatu pertemuan wanita seluruh dunia yang megah untuk memperingati ulang tahun ke-50 Hari Wanita Internasional 8 Maret dan Setengah Abad gerakan wanita sedunia.

Demikian beberapa kesimpulan yang dikemukakan oleh Madame Cotton, yang selanjutnya juga mencatat adanya kebangkitan dan kemajuan wanita di Afrika dan Asia. Asia dan Afrika, kini dua benua di mana rakyat-rakyat dan wanitanya telah dan sedang berjuang dengan gagah berani untuk melemparkan jauh-jauh belenggu kolonialisme menuju kemerdekaan nasional yang penuh. GWDS telah dan akan selalu mendukung perjuangan untuk kemerdekaan nasional. Kolonialisme dan imperialisme harus lenyap dari muka bumi, demikian berkali-kali terdengar dalam sidang.

Menengok kembali kepada masa 15 tahun itu, para peserta sidang sekali lagi menegaskan bahwa untuk cita-cita semua inilah 15 tahun yang lalu GWDS didirikan di kota Paris, ketika itu di tengah-tengah reruntuhan dan luka-luka parah pada tubuh masyarakat berbagai bagian di dunia, sebagai akibat perang dunia ke-2. GWDS adalah hasil kemauan kaum wanita dari segenap benua, di antaranya sebagian besar telah dengan aktif ikut serta dalam perjuangan untuk kemerdekaan negerinya.

Dan kini dengan lebih erat bersatu lagi mereka menghadapi tugasnya yang baru ialah maju terus untuk bebasnya semua bangsa-bangsa, untuk demokrasi, perdamaian dunia dan perlucutan senjata yang umum dan sempurna.

Catatan dari Warsawa 29 Nov. — 5 Des. '60