Ulangtahun revolusi Agustus jang ke-15
17 Agustus 1960 adalah tepat ulang tahun yang ke-15 Revolusi Agustus. Selama satu jam Presiden Sukarno menyampaikan amanat negaranya kepada sidang pleno DPR GR dalam mana ditegaskan sekali lagi bahwa fungsi DPR GR adalah sebagai aparat revolusi. Dikemukakan bahwa Presiden Sukarno beserta dewan pembantunya yaitu Kabinet akan bekerja sama sebaik-baiknya dengan DPR GR dan sebaliknya mengharap agar DPR GR juga berbuat demikian.
Dalam amanatnya 17 Agustus Presiden Sukarno menyerukan supaya semua suku bangsa bersatu, semua warga negara harus bersatu tidak memandang perbedaan suku bangsa, agama, keturunan asli atau tidak; amanat yang berkepala "Laksana malaikat yang menyerbu dari langit" dijatuhkan di hadapan beratus-ratus ribu massa rakyat di ibu kota, semua anggota Dewan Menteri, DPA, DPR GR, Depernas, Korps diplomatik. Pidato Presiden yang kurang lebih memakan waktu 2 jam itu mendapat sambutan hebat dari massa.
Soal-soal pokok yang diutarakan Presiden ialah di antaranya:
- Manifesto Politik dibenarkan Rakyat
- Saya tetap seirama dengan gelombang revolusi
- Revolusi Indonesia tidak gagal
- Kesadaran rakyat menuntut
- Dunia sekarang ini gudang mesiu revolusioner
- Manipol - Usdek adalah progresif kiri
- Pelajarilah Manifesto Politik
- Perintahkan bubarnya Masyumi-PSI
- Gotong royong dan Front Nasional
- Tiga golongan besar: Islam, Nasionalis, Komunis
- Land reform bagian mutlak revolusi
- Himpun kekuatan nasional dan internasional untuk membasmi imperialisme
- Tetap tempuh jalan lain terhadap Irian Barat
Semua murid harus di Usdek dan di Manipolkan.
Berjuanglah seolah-olah kita malaikat-malaikat yang menyerbu dari langit.