Arsip Tahun 1959

Wanita Amerika Latin Membela Kehidupan

S. Djin
Api Kartini, 1959, No. 7 Th. 1, pp. 16-17

Tidak hanya di negeri-negeri Asia Afrika, tetapi nun jauh di seberang Lautan Teduh di negeri-negeri yang disebut Amerika Latin wanitanya ikut serta dalam kancah gerak membela kehidupan meregut rantai ikatan modal yang mencekam kekayaan negeri. Di Venezuela, Brazil, Argentina, Uruguay, Paraguay dan lain-lain mereka tak ketinggalan bangkit bergerak menjawab tantangan zaman untuk menentukan hari depan mereka sendiri. Beratus-ratus tahun Amerika Latin pernah terbagi menjadi jajahan Spanyol, Portugis, serta Inggris. Perkebunan-perkebunan kopi, kapas dan tambang-tambang Signor-signor Spanyol memerlukan tenaga banyak, penduduk asli bangsa Indian banyak telah terbunuh. Tak segan budak-budak didatangkan dari Afrika, manusia berdagang manusia hilang rasa kemanusiaan. Jeritan penulis wanita Pearl Buck dalam bukunya “Uncle Tom’s Cabin” (Gubug Paman Tom) melukiskan kekejaman masa itu. Kini perbudakan telah dilarang tetapi kemiskinan dan kesengsaraan negeri yang terhisap kekayaan mereka oleh modal monopoli masih mencolok. Rakyatnya mulai sadar dan bangkit, wanitanya pun ikut serta.

Pada bulan November 1959 wanita Amerika Latin mengadakan kongresnya yang pertama di Santiago, ibu kota Chili dengan slogan “Wanita Amerika Latin, marilah kita bersatu untuk membela kehidupan, pekerjaan dan kebudayaan”.

Acara dalam kongres tersebut ialah:

1. untuk kepribadian wanita Amerika Latin sebagai ibu, pekerja dan warga negara.

2. untuk kebahagiaan anak-anak, hak-hak anak-anak untuk jaminan kesehatan, pendidikan, keselamatan, dan keamanan.

3. untuk membela kehidupan generasi sekarang dan generasi yang akan datang dan untuk kedaulatan, kemajuan dan kebudayaan rakyat-rakyat Amerika Latin.

Dalam kedua puluh negeri-negeri Amerika Latin, berbagai organisasi wanita, di antara mereka yang tergabung dalam Gabungan Wanita Demokratis Sedunia, wanita-wanita ahli ilmu serta seniwati-seniwati, organisasi-organisasi buruh dan tani, mahasiswa dan pemuda, gerakan perdamaian dan badan-badan untuk pembelaan kedaulatan nasional mengambil bagian yang aktif di dalam persiapan-persiapan Kongres.

Dalam seruan kepada wanita Amerika Latin di antaranya disebutkan Amerika Latin merupakan kesatuan geografi. Samudera-samudera yang sama memecah di pantai-pantai daerah yang maha luas yang terbagi oleh pegunungan Andes yang menjulang.

Rimba dan padang rumput tumbuh pada tanah yang subur yang mengandung kekayaan pertambangan yang melimpah, sumber-sumber kehidupan dan kemajuan. Sebagai penjaga-penjaga keselamatan dan kemajuan, rakyat-rakyat Amerika Latin dipersatukan dalam kehendak yang sama untuk menentukan nasib mereka sendiri...... saudara-saudara di Amerika Latin.

Marilah kita memperkuat persaudaraan serta saling pengertian kita. Kongres ini akan menambah kesadaran kita untuk memperjuangkan hak-hak kita, untuk kebahagiaan anak-anak, kedaulatan rakyat serta persahabatan dan perdamaian seluruh kemanusiaan.’

Berbagai aktivitas wanita Amerika Latin bisa kita ikuti walaupun keadaan mereka berbeda-beda.

Di Argentina wanita menentang kenaikan harga listrik oleh maskapai-maskapai asing. Gerakan ini semakin meluas sehingga dibentuk suatu Pusat Koordinasi perlawanan pembayaran sewa ‘listrik’ Gabungan wanita Argentina ikut aktif dalam panitia ini yang meliputi kira-kira 6 juta penduduk. Di samping itu juga diadakan tuntutan soal pendidikan, serta yang penting untuk kebebasan-kebebasan demokratis.

Wanita-wanita di Chili pun tak ketinggalan, mereka menuntut persamaan upah bagi buruh wanita dalam industri dan pertanian, serta jaminan-jaminan bagi buruh wanita umpamanya diadakannya penitipan bayi, poliklinik dan lain-lain. Wanita di Kolombia memajukan petisi ke Parlemen untuk meminta agar Pemerintah Kolombia mengeluarkan pernyataan menentang percobaan-percobaan termonuklir.

Di Kuba sejak terjadi perubahan-perubahan dalam pemerintahan yang baru lalu Konferensi wanita Kuba telah diadakan pada bulan April tanggal 10 sampai tanggal 12 dihadiri oleh 546 wakil-wakil dari keenam provinsi di Kuba.

Organisasi “Gabungan Wanita Revolusioner” telah berjuang di bawah tanah pada zaman fasis Batista di Kuba dan sekarang menjadi organisasi wanita yang kuat.

Di Meksiko, Uruguay dan Venezuela gerakan-gerakan wanitanya pun sangat aktif membela hak-hak wanita dan untuk kebahagiaan anak-anak. Demikian api gerak telah menyala di hati wanita-wanita di benua Amerika Selatan ini sebagaimana telah menghangat dalam jiwa wanita-wanita di Asia Afrika.