Arsip Tahun 1959

Berita dari Sana Sini

-
Api Kartini, 1959, No. 5 Th. 1, p. 20

Pada tanggal 11, 12, dan 13 Desember di Kungalv (Swedia) diadakan sidang Permusyawaratan Wanita untuk Perlucutan Persenjataan yang membicarakan masalah :

1. Keadaan sekarang yang berhubungan dengan perlucutan persenjataan.

2. Kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh senjata-senjata atom dan percobaan-percobaan nuklir.

3. Ancaman senjata-senjata modern atas kemanusiaan.

4. Perspektif-perspektif tetap perlucutan persenjataan terbuka bagi manusia.

Indonesia diwakili oleh Nyonya A. Hidayat yang mendapat undangan untuk menghadiri sidang tersebut.

★

Panitia Peringatan Setengah Abad Hari Wanita Internasional di Jakarta pada tanggal 24 dan 25 Desember ini mengadakan ceramah di kalangan wanita tani menerangkan soal peringatan setengah abad dan dititikberatkan lebih memperkenalkan perjuangan wanita Indonesia terutama kembalinya Irian Barat ke wilayah RI. Kecuali ceramah-ceramah, pada tanggal 19 dan 20 Desember ini menyelenggarakan bazar di gedung Balai Prajurit Jalan. Dr. Wahidin.

★

DPP Gerwani telah mengadakan rapat kerja dengan DPD-DPD Gerwani Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta Raya dan Sumatera Selatan pada tanggal 21-22 November. Kecuali membahas dan mendiskusikan soal organisasi dan pendidikan, telah menyimpulkan beberapa masalah seperti pentingnya untuk mempelajari Manifesto Politik Presiden. Menghadapi Seminar Taman Kanak-kanak Melati, Menghadapi Peringatan Setengah Abad Hari Wanita Internasional dan sidang Biro GWDS yang akan berlangsung di Jakarta pada bulan Januari 1960.

★

Pada bulan November telah datang di Jakarta 2 orang wanita anggota Senat Amerika. Mereka dijamu oleh anggota Parlemen RI.

Gerakan Ibu Menentang Bom A-H di Indonesia mengirimkan surat terbuka kepada PBB yang menyatakan kekhawatirannya yang mendalam setelah adanya keterangan-keterangan dari para ahli bahwa kejatuhan radioaktif sebagai akibat dari peledakan bom Perancis itu, akan dapat meliputi daerah yang sangat luas dan bahan (plutonium) yang dipergunakan sebagai bahan yang dapat pecah dalam bom tersebut, mengeluarkan jauh lebih banyak bagian-bagian radioaktif daripada uranium-235 pada saat peledakan.

Selain itu sebagaimana telah dikemukakan oleh para ahli dinas Meteorologi militer Nato, kejatuhan-kejatuhan radioaktif bom atom Perancis tersebut dapat meliputi banyak negeri terutama di Afrika Utara demikian juga Spanyol, bagian Selatan dan Tengah dari Italia, Yunani, Yugoslavia, Albania, Malta dan sebagian dari Turki.

Kecemasan yang beralasan tersebut, menjadi agak reda setelah Gerakan Ibu mendengar tentang resolusi yang telah diambil oleh sidang Majelis Umum PBB yang menganjurkan agar supaya Perancis membatalkan maksudnya untuk meledakkan bom atom tersebut. Gerakan Ibu Menentang Bom A-H di Indonesia mengharap supaya dengan sekuat tenaga mencegah tindakan Perancis tersebut yang ternyata tetap nekad akan laksanakan rencananya.