Arsip Tahun 1959

Musjawarah Wanita Internasional di Kopenhagen 21- 24 April 1960

-
Api Kartini, 1960, No. 3 Th. 2, pp. 8-9

Sesudah peringatan Setengah Abad Hari Wanita Internasional yang diperingati dengan gemilang dan penuh semangat oleh kaum wanita di tiap-tiap negeri, maka kini telah tiba saatnya untuk bersama-sama merayakannya secara internasional yaitu dengan adanya musyawarah wanita internasional di tempat yang bersejarah ialah Kopenhagen dimulai tanggal 21-24 April 1960.

Dengan pengalamannya di masing-masing negeri kaum wanita akan bertukar pikiran dan membicarakan masalah-masalah penting sebagaimana yang tercantum dalam program musyawarah serta menyimpulkan hasil perjuangan wanita sedunia yang berarti lebih memperkuat persatuan dan solidaritasnya, untuk meneruskan perjuangannya selanjutnya. Ini berarti pula suatu kemenangan bagi kaum wanita. Bandingkan saja lima puluh tahun yang lalu, betapa berubahnya wajah dunia sekarang ini, wanita dari negeri-negeri yang sudah merdeka penuh telah menikmati pula persamaan hak di semua lapangan. Sebagian lagi wanita-wanita dari negeri-negeri yang baru saja merdeka sudah maju selangkah, sedangkan wanita dari negeri-negeri yang masih dijajah dengan gigihnya melawan ketidakadilan dan penindasan yang sewenang-wenang.

Beberapa tahun yang lalu di waktu Liga Bangsa-bangsa dibentuk, salah satu ide pokok ialah bahwa keadaan sosial yang adil bagi umat manusia berarti tercapainya perdamaian.

Ini adalah jelas dan banyaklah kemajuan-kemajuannya sekarang ini.

Tetapi satu hal yang belum tercapai ialah persamaan hak sepenuhnya antara wanita dan laki-laki sebagai umat manusia dan warga negara. Biarpun dalam lapangan ini telah terjadi banyak kemajuan secara legal dan praktis. Adalah suatu kenyataan bahwa di banyak negeri wanita masih ketinggalan jauh. Hanya adanya persamaan kaum wanita akan bisa mempengaruhinya serta mengambil bagian dengan semua kekuatan dalam perjuangan untuk perkembangan yang bahagia daripada dunia kita, untuk mengatasi krisis-krisis, ketakutan dan kelaparan dan menggantinya dengan ketenangan, keadilan dan kerja sama. Maka dari itu untuk memperbaiki syarat-syarat kehidupan wanita, untuk menjamin kemajuan dunia yang terus menerus, kita ingin melihat jembatan-jembatan satu dengan lainnya, untuk saling bantu sekarang, untuk melanjutkan tugas yang kemarin, untuk mencapai hak-hak asasi seluruh wanita, hak-haknya dalam melakukan bagian daripada tugasnya besok hari, hak-haknya yang penuh sebagai warga negara. Masih banyak jalan yang tidak diikuti dengan praktik.

Musyawarah Wanita Internasional di Kopenhagen mengambil tema: Keadaan wanita KEMARIN, SEKARANG dan BESOK.

KEMARIN, wanita berjuang untuk hak-haknya sebagai umat manusia.

SEKARANG, 50 tahun sesudah Hari Wanita yang pertama, mereka juga harus meneruskan perjuangan ini di banyak negeri dan menyiapkan untuk (teks selanjutnya hilang, akan diupdate apabila kami telah menemukannya)